
ketika hati ingin di jamah oleh nama yang lain
pikiran melayang bak debu yang tertiup angin
ketika sebuah hati tersentuh cinta yang lain
perasaan tak menentu semakin mendera
ketika malam tak lagi sungi oleh kesepian
langit hitampun mejadi begitu bercaya dengan bulan dan bintangnya
ketika udara malam terasa hangat
jiwa semakin tenang meski sendiri
tak pernah terbesit lagi kelamnya malam yang mencekam
tak pernah lagi terdengar keluh kesah yang terlontar
tak pernah lagi terlihat derai air mata di ujung mata
namun ... ketika hitamnya malam berubah fajar yang berwarna
saat itulah mata yang terpejam mesti terbuka dengan berjuta kekosongan
kelam....fajar membuat semakin kelam ketika kehilangan
di ujung fajar... kehilangan pegangan begitu menyakitkan....
di ujung fajar tetes demi tetes bulir air mata jatuh begitu menyesakkan
kembali terlontar berjuta keluh kesah itu...
bersama hadirnya sang fajar yang menyinari