
Saat itu mungkin aq terlalu berlarut dengan apa yang kumiliki. saat itu kmu juga memberikan semua yang kuinginkan dengan tulus dan iklasnya. dan aq tak menyadari bahwasanya pelan-pelan aq telah menyakitimu.
kumemohon dengan sangat saat itu. tak ada yang abadi buat semuanya.
Quantum iklas...yah itulah kuncinya.
pagi ini aq mendengarmu memberikan sebuah protes padaku, dan aq hanya terdiam tanpa kata, karena aq tak punya alasan khusus knapa aq seperti itu. aq mengatakan klo aq ini sangat tak ingin kehilangan, namun disisi itu aq harus mampu mengikhlaskan semuanya.
kata yang kau tulis sunggu membuatku terhenyak, sekotor itukah aq dimatamu?
apa tak pernahmelihat sisi baikku saat kau membutuhkan aq untuk kepentinganmu?
aq sangat terheran-heran, seperti itukah pria yang "membuang sampahnya"? semua pertanyaan menggunung di otakku, namun akhirnya aq tau... sebuah kalimat aq lontarkan...dan aq mengikhlaskan semuanya...rasa sakitku dan kata-kata kotornya yang membuatku terjerembab dalam jurang pesakitan.
aq terima ini semua dengan lapang dada, sabar dan tulus iklas ku...karena aq tahu...ada hikmah dibalik semua ini dari Tuhanku...
sunguh penyakitan aq ini...namun aq berusaha survive dengan diriku...aq berpedoman pada sebuah kalimatku...:
Apabila kamu tidak dapat memberikan kebaikan kpada 0rang lain dgn kekayaanmu,berilah mreka kebaikan dgn wajahmu yg berseri-seri dsertai akhlak yg baik.
