Juni 07, 2009

Mencari sebuah senyuman yang telah pudar



Semalem sepulang dari jogja, aq ga bisa bobo mpe jam 1, damn..padahal badanku so tired. mencoba menulis sebuah ceritapun tak membantuku membuat mataku mengantuk.

"tut...tut...uda bobo? tHa ga bisa bobo..temenin sebentar"
"udah...uh..."
...tut...tut...tut...


oh my God, tulalit..what happen with uR phone mobile? are you powering off?
Kejam!
mencoba kebiasaan lama, membayangkan sebuah kehidupan didalam imaginasiku bersama seseorang yg tak pernah mungkin datang padaku...so sweet, but...zZzZzZzZ...jam 7 baru bangun. ga sholat lagi T_T.

Siang ini aq mengobrak-abrik memoryku, mencari sesuatu yg tertinggal di hati dan pikiranku. aq ingin meletakkannya dalam agendaku dan menyelesaikan ceritaku. agar aq bisa tidur dengan nyenyaknya. Tapi ternyata aq punya banyak PR dengan hatiku, PR dengan segala penyeselan yang mengikutiku tanpa kompromi.
Aq punya 2 hati yang tertambat, namun entah...mungkin bagi satu hati yang lain itu aq hanya seorang "Cure Heart" yang terletak didasar hatinya di dua lapis lebih dalam. Senyumku memudar kala aq mencoba menulis...air suci mataku menetes, hanya 2 bulir dan segera kuhapus. i think..."what for i cried? For him? for sumthin stupid which i did?"
...no...i dont want do it again.
aq menata bibirku, mencoba melihat cermin dan tersenyum, senyum paling terpaksa yg pernah aq lihat dari wajahku...tanpa arti...
Dan akhirnya aq berlalu dari cermin, kulihat sudut jalan dan teriakan kecil memanggil namaku...malaikat kecilku tersenyum, menyadarkanku tentang arti keikhlasan.

...thanx my little angel...i never leave u, stay deep in my heart with my self and my tears...my Red Star...
Purnamaku terlewat dengan senyum pahit...

Tidak ada komentar: