September 04, 2014

Malu dan Kemunafikan

Manusia itu punya banyak sifat dalam dirinya, tapi pada dasarnya hanya ada 2 sifat dasar, Sifat baik dan buruk. Pembahasan skarang adalah 2 sifat manusia, Malu dan Kemunafikan.
Malu adalah salah satu bentuk emosi manusia.Malu memiliki arti beragam, yaitu sebuah emosi, pengertian, pernyataan, atau kondisi yang dialami manusia akibat sebuah tindakan yang dilakukannya sebelumnya, dan kemudian ingin ditutupinya. Penyandang rasa malu secara alami ingin menyembunyikan diri dari orang lain karena perasaan tidak nyaman jika perbuatannya diketahui oleh orang lain. Dalam beberapa buku, misalnya buku berjudul Shame: Theory, Therapy, Theology karya Stephen Pattison dan Shame: Exposed Self karya Michael Lewis, malu identik dengan perasaan yang dialami Hawa di taman Eden ketika ia habis melanggar perintah Tuhan untuk tidak memakan buah Kuldi, yaitu buah tentang pengetahuan yang baik dan jahat. Pada saat itu dikisahkan Hawa merasa malu karena dia sadar bahwa dirinya telanjang setelah ia melakukan perbuatan dosa, yaitu memakan buah kuldi yang dilarang oleh Tuhan sendiri.
Entahlah, orang selalu mengelak telah menjadi pendosa untuk menutupi rasa malunya, dan aku juga tak mengerti mengapa dia demikian. Dia merasa tak terima, memangnya siapa dia? Tuhan saja pasti tak mungkin mengampuni dia, dan mengapa dia tak bertobat? dimana kedewasaan dia? padahal dia pernah berkeluarga, meski sesaat. Hanya karena mulutnya yang sopan, dia tak mau mengakui hal tersebut? Sungguh munafik....
Kemunafikan atau berwajah dua adalah sifat jahat seseorang yang penampilan dan sikapnya berlawanan dengan batinnya. Misalnya, ia memperlihatkan persahabatan dan kasih dan berpura-pura tulus serta simpatik, atau menunjukkan kepatuhannya pada satu keyakinan atau ajaran, sementara hatinya tersimpan yang sebaliknya. Orang semacam itu memperlihatkan simpati dan persahabatan hanya di depan orang lain dan berlawanan di belakangnya. Menurut ajaran Islam kemunafikan dipandang sebagai moral yang buruk.
Aku sangat tak habis pikir, knapa seperti itu? Tak ada penyesala dan kata maaf, tapi malah memojokkanku dengan hal buruk dengan mengataiku di media sosial itu. Sungguh pengecut yah ternyata kamu itu.

Tidak ada komentar: